Kamis, 28 Maret 2013

ILMU BUDAYA DASAR


Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk betbudaya ( homo humanus ), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cam memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.


SUMBER : 
http://abdirachmadi.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar.html
~ http://dimazmarham.blogspot.com/2010/04/pengertian-ilmu-budaya-dasar.html

Sabtu, 12 Januari 2013

FUNGSI DAN PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT


Pengertian Agama Secara Umum
Agama di dalam bahasa sansekerta terdiri dari 2 kosa kata, ”a” berarti tidak dan “gama” yang artinya kacau. Pengertian yang ke dua yaitu “ugama” yang artinya “peraturan” atau “tata tertib”. Dari kedua kata tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa agama ialah tata tertib yang mengatur hubungan antar sesama manusia dan tentunya hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
            

Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :
·      Agama adalah landasan moral manusia.
·      Agama mengajarkan kebenaran
·      Karena agama yang membuat hati manusia tenang

Prof. Dr. H. Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Agama membantu kita memahami beberapa fungsi agama dalam masyarakat, antara lain: 
  •      Agama sebagai pedoman pendidikan.
  •      Agama sebagai penyelamat.
  •      Agama untuk perdamaian.
  •      Agama sebagai kontrol sosial agar tidak terjadi kesenjangan sosial
  •      Agama sebagai pemersatu
  •      Agama sebagai pembaharuan
  •      Agama sebagai penahan emosi (sublimatif)




SUMBER :
http://defanani.blogspot.com/2012/10/fungsi-agama-dalam-kehidupan-masyarakat.html
http://jonaagatos.weebly.com/bab-v-fungsi-dan-peran-agama-dalam-masyarakat.html
http://abdain.wordpress.com/2010/04/11/fungsi-agama-bagi-kehidupan/


Dampak Positif dan Negatif Perkotaan


Pengertian masyarakat
 Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah perkumpulan, Interaksi terjadi antar individu yang ada di kelompok tersebut. Kata "masyarakat"  berasal dari bahasa Arab, musyarak, sedangkan menurut beberapa ahli :
1.  R. Linton :
Mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok masyarakat yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasi  dirinya berpikir  dirinya dalam suatu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
2.  Hasan Shadily :
Mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan atau sama lain.


     Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
       -          Mematuhi segala peraturan yang ada
       -          Mematuhi segala hak dan kewajiban
       -          Mewujudkan situasi yang tentram dan damai


Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu : 

  1. Kehidupan keagamaan berkurang 
  2. Orang kota  dapat menghandle dirinya sendiri. 
  3. Pembagian tugas di antara warga-warga kota juga lebih tegas 
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk meningkatkan taraf hidup lebih besar
  5. Lunturnya kebudayaan-kebudayaan yang ada, yang diganti dengan budaya-budaya dari luar.
Perkembangan kota merupakan manifest dari aspek sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Secara garis besar, diketahui bahwa suatu lingkungan perkotaan biasanya mengandung 5 unsur, yaitu :
a.     Wisma
b.     Karya 
c.      Marga 
d.     Suka
e.     Penyempurnaan


Aspek positif dan negatif

Ada beberapa dampak yang timbul dengan adanya perkotaan, diantaranya adalah :

  •     Lebih besarnya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, bakat yang dimiliki
  •     Pendidikan lebih mudah di dapatkan dibandingkan dengan di pedesaan. 
  •     Fasilitas di perkotaan lebih memadai. 
  •     Munculnya efek negatif dengan adanya perkembangan teknologi informasi.





SUMBER :
http://aidigileyuhu.blogspot.com/2011/07/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html
http://bimanovakh.blogspot.com/2011/01/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.html
http://rika7damayanti.blogspot.com/2011/11/aspek-positif-dan-negatif-masyarakat.html

Jumat, 11 Januari 2013

Peran Masyarakat Dalam Negara Hukum Indonesia


Didalam kehidupan bernegara, rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi yang partisipasinya berada dalam posisi yang penting. Ini semua adalah imbas dari revolusi masyarakat kita pada tahun1998-1999. Dampak dari itu semua, masyarakat menjadi lebih kritis dan terbuka mengakaji serta mengkritisi kebijakan-kebijakan yang akan dan tengah dilakukan pemerintah.Tidak seperti pada masa orde baru yang serba terbatas dan juga dalam proses pembangunan, masyarakat punya hak-hak pengawasannya. Di dalam Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan ‘kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar’ (Bab I pasal 1 ) dan juga, ’setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat bangsa dan negara’ (UUD 1945 pasal 28C). Dengan ini, masyarakat dituntut aktif karena masyarakat itu sendiri wajib mengetahui secara pasti kemana arah pembangunan bangsanya. 


Selain itu, peran warga negara dalam bidang hukum. Erat kaitannya dengan prinsip demokrasi. Masalah persamaan hukum telah diatur dalam konstitusi di Indonesia yaitu pasal 28D. Warga negara yang aktif harus melakukan tiga hal untuk mewujudkan demokrasi konstitusional, yaitu menciptakan budaya taat hukum yang sehat (culture of law), ikut serta dalam proses pembuatan hukum yang aspiratif (process of law making), mendukung pembuatan materi-materi hukum yang responsif (content of law), ikut menciptakan dan membantu aparat penegak hukum (structure of law).




Suatu Negara yang sehat dan benar harus memiliki beberapa faktor, diantaranya :


  1. Adanya perlindungan demokrasi konstitusional. 
  2. Adanya kekuasaan peradilan yang bebas dan tidak memihak. 
  3. Adanya pemilihan umum yang bebas. 
  4. Adanya kebebasan untuk menyatakan pendapat dan berserikat. 
  5. Adanya tugas-tugas oposisi. dan, 
  6. Adanya pendidikan civils. 

Seorang warga negara yang baik harus memahami apa peran dirinya dalam suatu negara. Bagaimana cara memposisikan dirinya dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Mewujudkan Negara hukum yang demokratis, bebas aktif, dan tentu saja bersifat positif (membangun).





SUMBER :

Sabtu, 24 November 2012



PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA


          Sebagaimana yang telah kita ketahui, pendidikan dan pembangunan generasi muda didasarkan atas ideologi Negara kita yaitu Pancasila dan diarahkan untuk membentuk individu yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dapat mengem­bangkan kreatifitas dan tanggungjawab, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia.
            Pemerintah juga turut serta dalam proses mendidik serta mengembangkan individu-individu tersebut. Mempersiapkan mereka agar menjadi individu yang berkualitas dalam menghadapi era-globalisasi. Dalam pengembangan generasi muda di bidang pendidikan telah diwujudkan dengan tindakan nyata. Diantaranya program pendidikan wajib belajar 9 tahun. Selain itu, pemerintah juga mempermudah rakyatnya dengan adanya program sekolah gratis. Ini semua bertujuan agar generasi muda dapat dipersiapkan menjadi individu yang kelak dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan tentu saja negaranya.
Dari wacana diatas, dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya individu, keluarga dan masyarakat sangatlah berkaitan. Dimana pengembangan kepribadian seorang individu tergantung bagaimana kehidupan keluarganya, setelah itu di aplikasikan kedalam kehidupan sosial di masyarakat. Kehidupan didalam keluarga dan masyarakat tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Oleh karena itu, disinilah peranan orang tua  dituntut untuk selalu memantau perkembangan anaknya, agar anak tersebut dapat menjadi individu yang berahlak baik dan berguna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

SUMBER:
http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/7003/ 
~  http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6962/
.



HUBUNGAN  ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT



Di lingkungan keluargalah pertama kali individu mengalami interaksi sosial. Ia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan berkembang untuk kemudian membentuk dirinya sendiri. Terjadi interaksi sesama anggota keluarga. Relasi khusus oleh kebudayaan lingkungan keluarga dinyatakan melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, bahkan nilai-nilai agama sekalipun).

Hubungan individu dengan masyarakat adalah pengaplikasian atas apa yang telah dterima selama ini dilingkungan keluarga. Bagaimana cara bergaul, bagaimana cara berbicara dengan sopan dsb. Akan tetapi, individu sendiri harus mampu menjaga dirinya sendiri. Karena dalam masyarakat terdapat berbagai macam kehidupan, golongan masyarakat, serta berbagai macam karakter masyarakat.

Dari sinilah terlihat hubungan yang jelas antara individu, keluarga dan masyarakat. Individu terbentuk dari keluarga, kemudian tumbuh berkembang dan berinteraksi di masyarakat. Yang pada akhirnya kembali lagi kepada harfiah manusia itu sendiri, yaitu mahluk sosial yang artinya tidak dapat hidup sendiri.




SUMBER :

~ http://dewimibi.blogspot.com/2011/10/hubungan-individu-keluarga-dan.html


FUNGSI KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN ANAK


          Keluarga adalah lingkup yang pertama kali dikenal oleh anak. Dari pertama kali dilahirkan sampai proses perkembangan jasmani dan rohani selanjutnya. Oleh karena itu, keluarga memegang fungsi vital dalam perkembangan seorang anak. Dalam perkembangannya, seorang anak memerlukan kasih saying, perhatian dan rasa aman.Selain itu, di dalam keluargalah anak diajarkan segala norma-norma yang berlaku dimasyarakat sebagai bekal sang anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari dimasyarakat.
            Menurut artikel dari BKKBN, ada 8 fungsi yang dimiliki oleh keluarga. Fungsi tersebut antara lain : fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi lingkungan. Fungsi-Fungsi ini biasa disebut “Delapan Fungsi Keluarga”.
            Setiap fungsi  dalam delapan fungsi keluarga tersebut mempunyai makna masing-masing yang mempunyai peran penting pada kehidupan keluarga,  diantaranya yaitu  ;
• Fungsi Agama : mengajarkan anak tentang nilai-nilai agama.
• Fungsi Sosial Budaya : mengajarkan anak tentang cara bersosialisasi dan tata krama dalam bergaul.
• Fungsi Cinta kasih : mengajarkan anak untuk saling mengasihi sesama.
• Fungsi Perlindungan : melindungi dan menjamin hak dan kewajiban seorang anak
• Fungsi Reproduksi ;
• Fungsi Pendidikan : mengajarkan anak tentang pendidikan.
• Fungsi Ekonomi ;
• Fungsi Lingkungan;

Bila delapan fungsi keluarga ini dijadikan acuan dan fondasi kehidupan oleh  setiap keluarga, maka bukan tidak mungkin akan dapat menumbuhkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteran kita semua. 

sumber : 
a. http://nevycantik.blogspot.com/2011/10/peran-keluarga-dalam-perkembangan.html
b. http://www.bkkbn.go.id/ViewArtikel.aspx?ArtikelID=35